Selasa, 04 Februari 2014

semacam kehilangan

Selamat siang, Rahne Putri..

Sekali lagi aku memberanikan diri untuk menulis surat (cinta) dalam #30HariMenulisSuratCinta untukmu, meskipun aku bukan Zarry yang kata-katanya bisa mmbuat jatuh hati.

Rahne, aku tak menghitung benar berapa lama kata-katamu tak lagi tampak menari-nari di linimasa, tapi kurasa sudah cukup lama tak ada. Mungkin kau sibuk dengan pekerjaan dan hidupmu, yang pasti membahagiakanmu, bukan? Hanya saja ada rasa yang ingin tahu; mengapa kau tak selalu ada, mengapa kata-katamu tak lagi meramaikan linimasa. Tapi aku selalu terhibur dengan tebak-tebakanmu yang kadang harus membuatku sebentar diam untuk mencernanya menjadi tawa. Maaf. Tapi aku selalu berhasil tertawa.

Baiklah, Rahne, aku tidak tahu harus mengutarakan apalagi, sedang angin di sekitarku seperti cepat mengirimku ke kutub selatan. Aku kedinginan karena tak juga menemukan tulisanmu memeluk hangat mataku yang membaca.

Semoga kebahagiaan terus menjagamu, seperti kau yang menjaga kata-kata dalam buku bersampul merah jambu yang tak pernah bosan kubaca.

Terima kasih, Rahne. Kata-katamu seringkali menemani kesendirianku, seperti daun menaungi embun dan membiarkannya berlindung hingga hari terus bersambung.


Salam,
Rahnesia

(Surat ke #4 untuk selebtwit)

2 komentar: