Jumat, 25 September 2020

Aku Ada

Boleh aku belajar hidup bersamamu?
Ada hal-hal yang sekiranya akan menjadi lebih baik
Tidak kujanjikan apa-apa
Aku takut mengecawakanmu
Sebab beberapa kali kamu telah menemui hari-hari tak indah
Di pundakmu sudah terlalu banyak beban
Bolehkanlah aku sedikit meringankan
Jangan berpikir bahwa kamu sendirian
Aku ada
Tidak akan pergi untuk menemanimu yang lelah sekali
Berhentilah jika lelah
Ceritakan gundah-lara-luka
Aku ada.

Selasa, 22 September 2020

Ketahuilah

Tidak apa bersedih. 
Biar mereka menertawakan.
Setidaknya kau paham bahwa luka mengajarkanmu lebih tangguh.
Biar saja dadamu itu seperti dibentur-bentur ke tembok, tapi takkan hancur sebab hatimu batu karang.
Paling tidak kau tahu bahwa lemahmu adalah aku.
Tetapi tidak juga aku melemahkanmu dengan semena-mena.
Apa untungnya?
Yang paling harus kamu tahu adalah; 
dicintaimu aku beruntung.

Sabtu, 19 September 2020

Maunya Apa?

Siapa yang lagi yang mestinya bertahan? Egomu atau kebodohanku?
Ini bukan medan perang untuk kita bunuh-bunuhan. Tidak lucu juga kalu tiap saat hanya memantik api lalu salah satu tersulur. 
Tinggal menunggu siapa dulu yang jadi abu, atau orang lain akan jadi pemadam?
Kau ini membuat kepalaku menumpuk banyak sekali pertanyaan, tapi tidak ada pertanyaan lain selain, "masih adakah hatimu itu untuk aku?"
Barang kali jika menjadi kopi, hubungan ini adalah ampas yang sudah kau seduh berpuluh-puluh kali; sekali lagi biar aku menumpahkan diri dan habis sendiri.



~ eldz