Rabu, 19 Februari 2014

Selamat Menunggu

Sasi,

Sudah kucatat semua tentang apa yang ingin kau lakukan di pasar malam nanti. Tinggal menunggu saja pasar malam itu membangunkan tidurnya saat liburan sekolah tiba. Kau bisa menunggu, kan? Liburan sekolah masih cukup lama. Atau sembari kau menunggu pasar malam, kau bisa mencatat apa saja yang ingin kau lakukan. Akan kutemani kau.

Kau bisa jadi pasar malam, dengan senyummu bahagia sudah dirayakan.

Terima kasih cup cake-nya. Sebenarnya sayang jika aku harus memakannya. Sungguh cantik. Tapi aku harus merasakannya, bukan? Dan aku menghabiskannya. Rasanya mau memesan lagi, namun aku mau tidur malam ini. Ah, andai saja gula tak berpengaruh apa-apa buatku. Laib kali saja aku memesan lagi. Toh aku juga sering ke kedaimu.

Membaca suratmu aku juga jadi hangat. Kata-katamu mirip dengan kopi; menghangatkan tubuhku dari mata di kepalaku, sampai penuh di dalam dadaku.

Selamat senja, Sasi. Selamat menunggu.

Salam,
Suvan Asvathama

(membalas surat Sasi Kirana @_bianglala)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar