Senin, 01 November 2021

Tetap Tinggal

Pada gelas yang masih setengah penuh
Ada cerita belum usai
Cerita yang barangkali bisa saja tak berkesudahan
Atau hanya sekadar berbalas tatap
Semuanya bisa
Sebelum pada akhirnya di tengah perbincangan kursi kau geser dan pergi
Tetapi, pada sebab kata sayang
Aku memilih tinggal dan berdiam
Menghabiskan kopi yang sudah dingin sedari tadi. 

~el

Senin, 01 Februari 2021

di semua musim dan cuaca

Kalau kau bisa lihat hujan di luar sana
Kau juga pasti akan lihat 
Bagaimana kangen lebih deras daripadanya
Sungguh tak perlu musim
Sebab tak ada pula musim 
Aku atau kamu
Cuma ada kita 
dan tumpukan cerita
Di semua cuaca. 

                                                               ~eldz

Sabtu, 10 Oktober 2020

Sudahi

Ada basah bukan karena deras.
Ada pergi bukan karena berganti.
Ada sakit bukan karena jatuh.

Kadang yang telah aku perjuangankan sebegitu kuatnya lepas begitu saja. Tanpa mampu aku menolak.
Dan ini hujan pertama di mana yang lebih basah adalah pipiku.
Semanis-manisnya kamu di hadapanku dulu, kamu adalah kesudahan di sekarangku.

Sore ini aku bercengkerama dengan deras hujan.
Tertawa bersama karena malam minggu cukup di rumah saja.
Kesedihan tidak melulu harus menangis, anggap saja lelucon biar hati jadi semakin kuat.
Coba tebak, di bagian mana kini aku menyimpanmu.
Sekiranya cukup di waktu aku butuh tertawa atas beberapa kesalahan yang sekarang aku paham untuk tidak lagi aku lakukan.

Selamat menikmati hujan, kesayangan.
Lepas saja biar mengalir sampai jauh.
Lalu sama-sama menemukan tenang tawa untuk tidak lagi berbagi luka.

Selasa, 06 Oktober 2020

#kursikosong

Apa yang harus aku tunggu?
Mulut-mulut itu bilang tak ada lagi waktu.
Sudah lewat katanya.
Tapi belum ada yang datang.
Atau menjemput.

Apa yang harus aku tunggu?
Cuma ada kursi kosong.
Apa harus kutanya, "apa kabar?".

Lalu detik jam itu geming.
Seperti lama tapi tak ada apa-apa.
Aku tidak tahu, apa kursi itu juga?

Mengenainya?
Mengenainya yang sungguh tak bisa biasa saja.

Jumat, 25 September 2020

Aku Ada

Boleh aku belajar hidup bersamamu?
Ada hal-hal yang sekiranya akan menjadi lebih baik
Tidak kujanjikan apa-apa
Aku takut mengecawakanmu
Sebab beberapa kali kamu telah menemui hari-hari tak indah
Di pundakmu sudah terlalu banyak beban
Bolehkanlah aku sedikit meringankan
Jangan berpikir bahwa kamu sendirian
Aku ada
Tidak akan pergi untuk menemanimu yang lelah sekali
Berhentilah jika lelah
Ceritakan gundah-lara-luka
Aku ada.

Selasa, 22 September 2020

Ketahuilah

Tidak apa bersedih. 
Biar mereka menertawakan.
Setidaknya kau paham bahwa luka mengajarkanmu lebih tangguh.
Biar saja dadamu itu seperti dibentur-bentur ke tembok, tapi takkan hancur sebab hatimu batu karang.
Paling tidak kau tahu bahwa lemahmu adalah aku.
Tetapi tidak juga aku melemahkanmu dengan semena-mena.
Apa untungnya?
Yang paling harus kamu tahu adalah; 
dicintaimu aku beruntung.

Sabtu, 19 September 2020

Maunya Apa?

Siapa yang lagi yang mestinya bertahan? Egomu atau kebodohanku?
Ini bukan medan perang untuk kita bunuh-bunuhan. Tidak lucu juga kalu tiap saat hanya memantik api lalu salah satu tersulur. 
Tinggal menunggu siapa dulu yang jadi abu, atau orang lain akan jadi pemadam?
Kau ini membuat kepalaku menumpuk banyak sekali pertanyaan, tapi tidak ada pertanyaan lain selain, "masih adakah hatimu itu untuk aku?"
Barang kali jika menjadi kopi, hubungan ini adalah ampas yang sudah kau seduh berpuluh-puluh kali; sekali lagi biar aku menumpahkan diri dan habis sendiri.



~ eldz