Senin, 18 April 2016

Perihal Kosong

Di rumah ini
Kulihat ruang-ruang lengang dan lembap
Asing.

Ini tahun ke berapa kita bersama?

Aku tiba dan mengetuk pintu.
Mungkinkah kamu di sini?
Masihkah bertubuh mantra wangi cinta?

Tempat aku pulang.
Meniupkan mimpi-mimpi di dadamu.

Namun rasa kelu mengunci kata-kata.
Asin dicecap sedih.

"Siapakah kamu?" Tanyamu.

                                      ***

Tak ada yang datang.
Sebelumnya.
Kecuali hujan dan musim-musim layu lainnya.

Seperti kedatangan hujan, aku tak pernah menghitung seberapa lama.
Tak juga paham mengapa harus dihitung.

Seperti pula jatuh daun. Ia tak ke mana-mana, kecuali angin atau deras hujan yang mengalir, yang membawanya pergi.
Bukan inginnya sendiri.

Masihkah sama ini kau sebut rumah, jika kosong telah mendiaminya lama-lama?
Ataukah hanya datang dan singgah?

Belukar di depan pintu telah menyimpul tubuhnya jadi kata-kata; "Siapakah kamu? Siapalah aku."

( #duetpuisi bersama @_bianglala )