Sabtu, 28 Juli 2012

Rasanya mencintaimu

Waktunya seperti berjalan begitu cepat, sayang. Tiba-tiba saja ini sudah terhitung dalam ratusan. Entah pastinya ke berapa ratus, aku tidak menghitung. Dan memang ini kesepakatan kita untuk tidak pernah menghitung, bukan?

Kita bersepakat untuk memulai cinta dengan ketetapan hati, bukan ketepatan tanggal atau hari. Aku benar lupa kapan kita memulainya dengan pasti. Tanggalnya, harinya, bulannya.. Apalagi jam, menit, detiknya. Bukannya aku pelupa, sayang. Yang aku ingat adalah tegas anggukmu dan hangat pelukmu setelah permintaanku untuk mencintaimu. Aku mencintaimu juga, katamu. Kita mulai dari sekarang untuk berdua dan  menjadi kita, lanjutmu waktu itu.

Hari-hari terlewati begitu saja, cukup mudah untuk menghentak sepi dan mengusirnya pergi. Ada kamu, aku berteman dengan riuh-riuh bahagia. Sangat membahagiakan untukku, kuharap untukmu juga. Ini kesepakatannya sebagai salah satu jalan menuju dewasa. Keputusan yang kuharap bisa sampai masa depan. Dan nantinya kita akan mengisi dengan kebahagiaan-kebahagiaan dari celoteh anak-anak kita.

Mencintaimu, bahagia sederhana yang diberikan waktu. Melihatmu tersenyum, menatap matamu lekat-lekat tanpa perlu malu-malu, memeluk tubuhmu dan menciumi harumnya, menggenggam tanganmu dengan mengisi sela jemari dengan erat, mencatat sendiri kebiasaanmu dengan ingatanku yang didapat dari kebersamaanmu. Sungguh, itu bahagia paling menenangkan. Aku mencintaimu.

-d-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar