Senin, 21 Oktober 2013

benteng, aku dan kau yang kuadakan di sana

Ada yang terlupa selama aku mencoba melupakanmu
Selama waktu di tubuhku serasa membatu

Selama itu kamu begitu dirawat ingatan
Oleh bebatuan; gerbang di depan rumah kepalaku
Yang pada akhirnya jadi benteng

Benteng
Tempatmu akhirnya diam
Seperti penjajah tertangkap tentara pribumi
Tanpa perlawanan

Di benteng itu, ingatanku duduk menemani kamu
Melamun dan menjaga keberadaanmu yang tak ada. Sebenarnya
Beberapa anganku tertinggal di sana
Melumut bersama batu-batu dan renta waktu
Apa ada yang memelesetkan kaki kembalimu?



~ teras atas, di mana rindu tak berbatas ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar