Minggu, 28 Agustus 2016

Hujan, dra

Hujan, dra..
Aku mengurung beberapa hangat di kepalaku supaya tak pergi.
Hangat yang aku ambil dari senyummu kemarin lalu.
Betapa ingatanku sungguh tak mau kehilangan tenang paling dalam.

Hujan, dra..
Di katup matamu, aku menyempatkan diri untuk mencuri dunia kecil yang jadi rumahku.
Sesekali aku pernah melihat gerimis di sana, tetapi musim semi jadi musim paling lama yang menghuninya.

Hujan, dra..
Aku punya payung maka tak kuyup kehujanan.
Barang kali kamu lupa sampai-sampai tidurmu cukup lama.
Atau kamu dipeluk erat mimpi, seperti pelukanku biasanya?

Hujan, dra..
Dan aku kangen bau tubuhmu yang menguar bertabrakan dengan petrichor..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar