Minggu, 15 Januari 2017

Aku Tau Rasanya

Aku tahu rasanya ditinggalkan.
Juga ketika harus meninggalkan.
Tidak ada rasa sakit yang melebihi pergi.
Kamu mungkin tidak tahu, bagaimana aku harus berjuang dengan ketiadaanmu.
Sekalipun aku dapat pengganti, barangkali itu cuma ingin yang mencemaskan kesedihanku.
Aku masih mau kamu di sini.
Tetapi aku bukan lagi orang yang kau anggap egois, maka kubiarkan kamu pergi dan berbahagia.

Aku masih ingat bagaimana kamu menutup telepon tanpa pamit lalu tak pernah kembali.
Seperti membuka permen yang bungkusnya telah lengket dan menempel di tanganku, tetapi permennya jatuh dan aku kehilangan manisnya.

Seperti lagi-lagi aku dikenalkan dengan teman lama yang dulu pernah menyakiti aku dengan lembutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar