Jumat, 24 Juli 2020

lelah Yang Sungguh

Barangkali lelah ini sudah terlalu
Menampungnya hati ini tak lagi mampu
Pikiran melayang-layang seperti layang-layang putus tali
Tapi tak ada yang mengejar

Aku ini lelah
Sungguh
Apa ada yang tahu?
Tidak
Kasihan sekali bukan?
Apalagi kau!

Kalau sekarang aku tertawa-tawa, bukan berarti aku bahagia
Jelas sekali aku menutupi apa yang sedih
Aku ini pelakon
Di depan cuma sandiwara
Sedang di belakang
Aku ini rapuh kayu yang dimakan rayap
Cuma remahan
Siap dibuang 

Sabtu, 11 Juli 2020

A

Hai, A

Jika ada hari yang selamanya ingin kusimpan adalah hari jumat kemarin. Tanggal 10 Juli 2020.
Senyum dan suaramu masih jelas di ingatan. Betapa kepalaku tak pernah mau melepas keindahan itu.
Jujur, jantungku berdegub lebih cepat dari biasanya. Hal yang sama setiap aku melihatmu. Tapi ini disertai dengan rasa tenang dan senang yang teramat.
Ada saja sudah membahagiakan aku, apalagi keberadaanmu yang begitu dekat itu. 
Terima kasih untuk kebaikanmu dan mau mengambil gambar denganku, meskipun sedikit ada paksaan dari orang lain.
Asal kau tau, berdampingan denganmu dalam sekian detik itu adalah dunia baru untukku. Kalau saja boleh kupeluk tubuh gempalmu, sungguh ada rasa yang akhirnya punya rumah.
Tapi tidak.
Tidak ada peluk.
Tidak ada kau untukku.
Tidak.
Bukan.
Biar ini milikku saja.
Berbahagialah dengan jalan hidupmu.
Berbahagialah, sebab demikian aku juga.
Senyummu saja.
Senyummu.
Senyum.
Untukku.

Rabu, 24 Juni 2020

bukan tempatmu

Jika apa yang ada adalah salah
Ijinkan untuk tak membuatmu resah
Biar yang ada adalah ada sebenarnya
Lalu perlahan jadi seperti biasa

Barangkali ini cuma sesuatu yang salah waktu
Seharusnya tak ada
Tapi aku adakan

Aku mempersilakanmu untuk melangkah
Jangan pernah berhenti 
sebab tujuanmu bukan di sini

Sabtu, 14 Maret 2020

doa ulang tahun untukmu, A.

Ada sekiranya doa yang tidak dariku pun sudah pasti kau dapatkan.
Tetapi tidak rugi juga bagiku jika aku mendoakanmu.
Segala yang baik aku aminkan.
Keberadaanmu saja sudah sungguh aku syukuri.
Semoga kebahagiaan tak lepas dari napasmu, sebab begitulah seharusnya.
Terima kasih sudah ada di hidupku, meski cuma di bagian angan-angan saja.
Aku tidak menyesal menaruh hati di lengkung senyummu.
Tetaplah demikian dengan pribadimu yang menenangkan.
Aminku, ada di setiap selesainya doa-doamu.
Tualah dengan sungguh-sungguh bersyukur.

Sabtu, 09 Maret 2019

Mengusahakanmu

Jarum jam masih berdetik
Waktu masih berputar
Itu tandanya aku tak boleh berhenti
Barangkali semesta masih ingin melihat kita
Memorak-porandakan benteng yang menghalang-halangi
Jika bisa aku menjentikkan jari lalu kau ada
Aku mungkin tak paham cinta semestinya
Adamu itu tak sulit
Hanya saja belum diberi kesempatan untuk bersama
Kakimu berjalan ke sana
Sedang adaku di sini

Tenang saja
Nantinya kita akan bertemu
Pasti

Mengusahakanmu itu membahagiakan
Tolong mendekat
Supaya aku tak bahagia sendiri
Temani aku
Kita bersama-sama

Rabu, 12 Desember 2018

Tak Akan

Takkan pernah
kamu menemukan padaku sesuatu hal
yang sempurna.

Bahkan
hati yang sepenuhnya untukmu,
telah retak sebelumnya.

Tetapi, sayang,
kamu tak perlu khawatir.
Sebab
yang luka
pernah memberiku pelajaran.
Dari luka-luka
yang pernah jatuh kepadaku,
tak akan satupun
kubiarkan
jatuh kepadamu.

Senin, 10 Desember 2018

Kamu?

Sebuah penantian,
barangkali adalah kesepakatan antara waktu dan ketabahan.
Jika pada akhirnya tak ada yang tiba,
maka sesungguhnya tabah mendapatkan setianya.
Maka luka adalah hal biasa yang menemani.
Yang sama-sama bertaruh.
Lalu,
siapa yang sampai saat ini masih jadi penantianku?
Kamu?