Tampilkan postingan dengan label akrostik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akrostik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 April 2014

BAYI

Biarkan aku merawat, seperti pengasuh yang dibayar untuk mengganti popok anak-anakmu.

Atau memandikannya, padahal tanganmu masih sanggup mengangkat gayung dan membalur tubuh lembut berbau surga. Kau juga bisa menatap matanya -- sama waktu pertama kali kau jatuh cinta. Ada begitu banyak rahasia dan kau memilikinya.

Yang akan kubedaki, meski wangi masih lekat sebasah apapun keringat. Ia takkan berbicara apa-apa, selain tangis yang ia pelajari dari ibunya; ketika bersedih karena disakiti laki-laki, atau kecewa angan-angannya lebih tinggi dari langit lalu jatuh terhempas.

Itulah tubuh yang akan kurawat. Sebab di dalamnya telah kutanam berbagai macam mimpi.



~ teras atas, 06 april 2014

Rabu, 12 Desember 2012

hujan senja hari

Harapanku adalah butir-butir yang jatuh
Ulang demi ulang, resap terawang
Janganlah kehilangan, kau hidup sebagai kenangan
Aku dada yang siap kau lubangi bila memang perlu detak didengar
Namamulah gema dari hunjaman deras

Sayatlah seperti gerimis mengiris-iris jendela membentuk embun nama rindu
Elok dari tempias yang mampir lalu berbaris bagai serdadu
Nyalang, kenang, rebah hantam menghantam ingatan
Janji yang ditempakan rindu, luntur oleh bisu
Ada kehilangan mendaftar di buku pelukan

Hampir luput bayangan mengambil genggam
Air yang jatuh dicatatkan selayak hidup pada degup
Rayakan! mari bersenang pada dinding diam
Ini rindu, berbias cahaya dari mata air senja